Select Page

Kenapa Harus Ada Ujian Dalam Hidup

Kenapa Harus Ada Ujian Dalam Hidup

Saudara dan saudari, dalam melangsungkan kehidupan kita di Dunia ini kita pasti akan menemui kesulitan. Bahkan dari sejak kita dilahirkan, kita dilahirkan dengan menangis dan bila tidak menangis kita akan dibuat menangis. Hal ini merupakan sesuatu yang normal serta alamiah, bayi menangis menjerit saat dilahirkan sebagai gambaran bahwa anda akan menangis dalam perjalanan hidup hingga akhir. Jadi jika anda bertanya mengapa ada ujian hidup itu adalah sesuatu yang alami dalam hidup ini.

Terkadang salah satu ujian hidup yang sering terjadi dalam kehidupan ini adalah kita yang tidak mendapatkan sesuatu sesuai dengan harapan yang diinginkan, melainkan mendapatkan sebuah ketetapan yang Allah SWT berikan pada kita.

Jadi pahamilah, kita semua akan mendapatkan sebuah masalah dalam hidup dan itu normal, janganlah pernah kita berpikir bahwa akan ada seseorang atau pernah seseorang dimasa lalu, dimasa sekarang maupun dimasa depan tidak ada seorang dari mereka yang tidak punya masalah. Semua masalah dan kesulitan adalah sesuatu yang alami dari Allah SWT.

Kenapa Harus Ada Ujian Dalam HidupHal ini telah tertuang dalam sebuah Hadis Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa “Allah akan menguji hambanya yang dia cintai”.

Maksud dari kata mencintai yang diberikan oleh Allah SWT merupakan salah satu ujian seperti sesuatu yang berjalan dan tidak sesuai dengan harapan serta keinginan kita. Hal itulah yang dinamakan Allah cinta pada anda, karena Allah SWT juga ingin mengetahui apakah anda masih beriman terhadap ketentuannya dengan dihadirkannya ujian tersebut. Jadi yang perlu kita ketahui apabila sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan keinginan janganlah pernah kita berfikir bahwa ini adalah hukuman dari Allah SWT melainkan sebuah ujian dari Allah SWT.

Al Baqarah QS 2:286

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Umroh Berkualitas

Pentingnya Pembimbing

Biaya Dan Harga

Lokasi Kantor