Select Page

Tips Membangun dan Membina Rumah Tangga

Tips Membangun dan Membina Rumah Tangga

Kita harus sadari, seringkali suami dan istri digelincirkan oleh setan sehingga mereka bertengkar tanpa alasan dan terkadang penyebabnya adalah faktor ketidaksabaran, Oleh karena itu Rasulullah bersabda: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik pada keluarganya.” (H.R. Tirmidzi).

Jadi jika ingin mengetahui siapa yang paling baik diantara kalian, maka dia yang baik pada istrinya dan keluarganya. Sama halnya dengan wanita, maka dia yang paling baik kepada suaminya dan anggota keluarganya. Jika suami atau istri dan juga keluarga anda dapat bersaksi bahwa anda adalah orang baik, maka anda memang orang yang baik, karena anda tinggal bersama-sama mereka setiap hari. Jika tetangga dan teman kerjamu bilang anda orang yang baik, itu dikarenakan saat pergi kerja anda tersenyum.

Anda baik pada teman-teman kerja maupun atasan anda, karena memang anda “dibayar” untuk melakukannya. Sebagian istri mungkin rela membayar untuk sekedar mendapat senyuman tersebut, karena mungkin kita tidak tersenyum padanya. Pulang kerumah melempar semua barang-barang bawaan disudut, langsung duduk didepan televisi sambil pegang koran dan saat diajak ngobrol kita cuma bilang: “Hemm.. ya… hemmm… yaa…” Sampai istri pun bertanya: “Anda ini bodoh ya?” dan kita tetap menjawab: “hemm… yaa…”. Begitulah terkadang kebiasaan kita.

Bahkan kita tidak mendengarkan omongannya, akan tetapi seketika dalam waktu itu ada telepon masuk dari kantor kita berubah menjadi sangat penuh konsentrasi. Apa kita tidak mengerti bahwa kita bekerja tujuannya adalah untuk menikmati kehidupan bersama keluarga kita. Kita menikah dengan istri atau suami tidak untuk menikmati kehidupan pekerjaan kita, dari sini banyak orang-orang yang membuatnya terbalik. Bahkan, banyak orang-orang diluar sana ketika pekerjaan memiliki konflik dengan pernikahan, justru mereka lebih memilih untuk mengakhiri sebuah pernikahan.

Dan apabila kita lebih memilih untuk mengakhiri pernikahan ketimbang pekerjaan, maka kita akan mengorbankan semua orang yang termasuk dalam kehidupan kita. Tidak ada orang yang mau menikahi orang yang sudah “menikah” dengan pekerjaannya. Sebagian orang salah memprioritaskan hidupnya, mereka menempatkan sesuatu yang prioritasnya dibawah melebihi dan mengalahkan sesuatu yang harusnya prioritasnya diatas. Dan akibatnya anak-anak, istri bahkan suami dilalaikan. Cara dan sikap berbicara kepada anggota keluarga menjadi lebih buruk ketimbang berbicara dengan yang lainnya (Teman kantor misalnya). Ditempat kerja kita bicara dengan baik dan lembut pada orang-orang tetapi giliran dirumah wajah kita tegang, semua orang lari menghindar dan tidak ada yang mau duduk bersama kita.

Terkadang disaat waktu libur, banyak orang-orang atau mungkin aanda malah berkumpul bersama teman-teman atau rekan kerja, lalu apa tujuan anda menikah? anda punya istri dan anak. Mereka lebih prioritas daripada teman-teman yang lain. Mereka adalah orang yang paling dekat dengan kita. Jika anda tidak meluangkan waktu bersama mereka, lalu pernikahan seperti apa sebenarnya yang dulu diharapkan?

Banyak juga sebagian suami tidak mau dirinya ditegur begitupun juga dengan istrinya, padahal mereka adalah pasangan suami istri. Harusnya mereka orang paling dekat tapi mereka gagal berkomunikasi, ini adalah sebuah kesalahan. Sehingga munculah suami yang sukanya mengancam, dan biasanya sering melontar kata berikut: “Tidak, jika bahas ini terus aku akan pulangkan kamu ke orang tuamu!” Hubungan macam apa ini? Pasangan kita punya hak untuk menasihati. Anda juga harus pertimbangkan apa yang dia sampaikan, dia adalah orang yang paling dekat dan anda perlu memperhatikannya. Jika anda sudah pertimbangkan maka bisa jadi anda perlu mengikuti sarannya tersebut atau anda bisa memberikan pemahaman padanya kenapa anda tidak perlu mengikuti sarannya dan tidak langsung berikan perintah dan berkata: “Saya tidak punya waktu bicara denganmu!”

Terkadang seseorang bisa memberi hadiah cokelat tapi untuk orang lain yang bukan keluarganya. Tapi untuk anggota keluarganya sendiri dia tidak pernah memberikan, tidak pernah memberikan hadiah kecil lainnya atau mungkin juga tidak memberikan kejutan. Mengapa? Inilah sebuah contoh kejadian ketika hubungan pernikahan yang sudah rusak. Terutama dihari ini, zamannya televisi dan internet, semua orang dapat menyaksikan kisah cinta orang lain. Mereka menyaksikan betapa bahagianya orang lain sehingga membandingkannya dengan cara yang salah. Itu merupakan sebuah kerusakan mental ketika anda membanding-bandingkan pernikahan dengan orang yang dianggap lebih bahagia. Kalau itu terjadi maka kita harus berusaha mengembangkan lagi hubungan yang lebih solid. Kita bisa mendiskusikannya secara terbuka dengan cara yang elegan dengan pasangan kita dan jangan ragu untuk melakukan perbaikan tersebut secepatnya.

Pembaca yang baik, hubungan yang bahagia antara suami istri dalam sebuah pernikahan haruslah dibangun, karena hubungan tersebut tidak akan terjadi dan terbentuk begitu saja. Ibaratnya seperti sebuah tanaman anda harus menyemainya, semakin sering disiram maka tumbuhnya pun semakin baik. Terkadang anda juga memberikanya pupuk sehingga tumbuhnya pun semakin baik, sehingga buah yang dihasilkan dari tanaman tersebut menjadi buah yang berkualitas tinggi.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, apa yang sudah kami sampaikan adalah sebuah nasihat untuk kami dan juga kepada yang lain. Intinya supaya kita lebih mempererat hubungan yang indah antara suami dan istri. Ini hanyalah beberapa tips mungkin dikesempatan lain kita bisa mengupasnya lagi lebih jauh.

Umroh Berkualitas

Pentingnya Pembimbing

Biaya Dan Harga

Lokasi Kantor